Tampilkan postingan dengan label komunikasi antar pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi antar pribadi. Tampilkan semua postingan

Komunikasi Interpersonal / Antar Pribadi

A. Definisi Komunikasi
Para ahli komunikasi mendefinisikan komunikasi secara berbeda-beda. Definisi yang pertama berdasarkan komponen. Definisi ini menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamannya-dalam hal ini penyampaian pesan oleh satu orang dan penerima pesan oleh orang lain atau sekelompok orang kecil dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.
Yang kedua berdasarkan hubungan diadik (relational dyadic). Dalam definisi ini komunikasi antar pribadi sebagai komunikasi yang berlangsung di antara dua orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Contohnya adalah komunikasi antara anak dan ayah. Dalam konteks ini hampir tidak mungkin adanya komunikasi dua orang yang bukan komunikasi antar pribadi. Adakalanya definisi ini diperluas sehingga mencakup juga sekelompok kecil orang.

Dan yang ketiga definisi berdasarkan Pengembangan (Developmental). Dalam definisi ini komunikasi antar pribadi dilihat sebagai akhir dari perkembangan dari komunikasi tak pribadi (impersonal) pada suatu ekstrim menjadi komunikasi pribadi intim pada ekstrim lainnya.

B. Bentuk komunikasi antar pribadi
Mmenerima pesan yang terdistorsi oleh ganguan (noice), terjadi dalam suatu konteks tertentu mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan Komunikasi mengcu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan untuk melakukan umpan balik.

Dalam kaitan ini maka dapat digambarkan bentuk komunikasi pribadi antar manusia (lihat gambar).

Tips dan Trik Memilih Kampus

Saat ini DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terdapat 125 Kampus dan Lembaga Pendidikan. Kampus dan lembaga Lendidikan Profesional (LP) tersebut tersebar di tiap sudut kota. Inilah salah satu jawaban dari pertanyaan kenapa DIY menyandang Gelar Kota Pelajar dan menjadi salah satu tempat tujuan para lulusan SMU/SMK atau yang sederajat melanjutkan sekolah.
Para pendaftar kebanyakan tidak mengetahui banyaknya kampus dan LP tersebut. Yang mereka ketahui adalah Kampus-kampus dan LP yang sudah memiliki nama besar lewat iklan di media. Padahal belum tentu Kampus atau pun LP tersebut memiliki kualitas yang merata di setiap Jurusan ataupun program studinya. Banyak mahasiswa yang menyesal karena salah memilih kampus dan jurusan karena termakan iklan (brosur) yang ditawarkan.
Berikut ini adalah tips dari penulis buat para pencari kampus agar dapat menghindari penyesalan karena salah memilih kampus.

1. Tentukan bidang Ilmu yang akan di tekuni.
Menentukan bidang atau ilmu yang akan digeluti adalah langkah pertama dan terutama yang harus kita cari sebelum menentukan tempat menempuh pendidikan. Dalam menentuknya harus berdasarkan dengan kemauan dan kemampuan kita sendiri. Hindari memilih Jurusan hanya karean ikut-ikutan, atau ajakan teman
dan paksaan orang tua sebab hal ini akan berbuah penyesalan dikemudian hari kecuali kalau itu memang sesuai dengan keinginak dan kemampuan yang kita miliki.

2. Pilihlah Kampus atau LP yang terbaik.
Setelah menentukan Ilmu yang akan digeluti mulailah mencari dan menyeleksi kampus dan LP yang memiliki jurusan atau program studi yang akan kita digeluti. Umumya pendaftar sering terjebak dalam hal ini. Pendaftar terjebak karena nama besar kampus. Mendengar nama besar kampus Pendaftar menutup mata mereka akan keberadaan kampus lain, karena malas mencari informasi. Sebab tiap kampus atau LP memiliki akreditasi atau kualitas yang sama. Ada kampus yang unggul di Ilmu Komunikasi misalnya namun tidak unggu di bidang Ilmu teknik. Begitu seterusnya. Jadi janganlah malas mencari informasi profil kampus.