Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Massa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Massa. Tampilkan semua postingan

Komunikasi Massa

Pada hakikatnya komunikasi massa adalah komunikasi dengan menggunakan saluran media massa. Komunikasi massa dalam abad modren sudah menjadi industri raksasa, baik di bidang penerbitan, penyelenggaraan siaran radio dan televisi, maupun perusahaan-perusahaan lain yang menunjang kegiatan komunikasi massa seperti perusahaan iklan pusat-pusat produksi siaran sampai pula pada perusahaan yang menjual jasa penelitian (Dja’far H. Assegaf , 1991: 11).
Definisi lain dari Joseph R. Dominick: Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.
Dan menurut Jalaluddin Rakhmat : Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

Ciri ciri komunikasi massa adalah :
a. Komunikasi massa berlangung satu arah
b. Komunikator pada komunikasi massa melembaga
c. Pesan pada komunikasi bersifat umum
d. Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan
e. Komunikan komunikasi massa bersifat heterogen

Pengertian Persepsi, Bahasa Verbal dan Bahasa Nonverbal, dan Mendengarkan


A. Persepsi
Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna.
Persepsi juga di artikan proses memberi makna pada sensasi. Sensasi itu berasal dari kata “sense” alat penginderaan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya.
Faktor yang mempengaruhi persepsi:

1. Atensi (perhatian)
Proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. (Keneth E. Andersen 1972:46)
Perhatian terjadi ketika kita memusatkan perhatian kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indra yang lain. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar.
Faktor-penarik perhatian
- Faktor Eksternal
Hal ini ditentukan oleh faktor-faktor situasional personal. Faktor situasional terkadang disebut sebagai determinan perharian yang bersifat eksternal atau penarik perhatian (attention getter) dan sifat-sifat yang menonjol, seperti : Gerakan secara visual tertarik pada objek-objek yang bergerak.
Intensitas Stimuli, kita akan memerharikan stimuli yang menonjol dari stimuli yang lain
Kebauran (Novelty), hal-hal yang baru dan luar biasa, yang beda, akan menarik perhatian.
Perulangan, hal-hal yang disajikan berkali-kali bila disertai sedikit variasi akan menarik perhatian.

Syarat Menulis Judul

Judul adalah sebuah identitas sebuah artikel atau tulisan. Selain sebuah identitas judul juga berfungsi sebagai iklan sebuah karya tulis. Ketika di pandang lebih jauh melalui judul pembaca dapat menilai seberapa tinggi tingkat pendidikan seseorang penulis.

Berikut adalah sarat dalam penulisan judul sebuah artikel dalam redaksi yang sedikit berbeda.
1. Profokatif
Profokatif mengandung arti bahwa judul yang kita buat harus mampu membangkitkan kinat minat dan perhatian
2. Singakat-Padat
Singkat-Padat mengandung arti tidak berteletele namun tetap terpokus, tegas, dan lugas pada pokok permasalahan yang akan dibahas (to the poin).

Sejarah Singkat Foto Jurnalistik

Di tahun 1960 dibuatlah gambar pertama dalam bentuk jurnalistik moderen. Gambar tersebut menggambarkan tentang keadaan banjir di Mammounthshire (wilayah inggris). Gambar ini dibuat dengan teknik cukilan kayu (wood cut) yang berfungsi untuk menggambar suatu kejadian atau berita.

Teknik ini di tinggalkan setelah ditemukannya kamera foto. Adalah “Penny Magazine” yang mencoba memuat untuk pertama kalinya di tahun 1832. Namun gambar yang paling fenomenal adalah gambar tentang “Percobaan Pembunuhan Ratu Victoria” di muat di harian Illustrated London News tahun 1842.

Tips dan Trik Memilih Kampus

Saat ini DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) terdapat 125 Kampus dan Lembaga Pendidikan. Kampus dan lembaga Lendidikan Profesional (LP) tersebut tersebar di tiap sudut kota. Inilah salah satu jawaban dari pertanyaan kenapa DIY menyandang Gelar Kota Pelajar dan menjadi salah satu tempat tujuan para lulusan SMU/SMK atau yang sederajat melanjutkan sekolah.
Para pendaftar kebanyakan tidak mengetahui banyaknya kampus dan LP tersebut. Yang mereka ketahui adalah Kampus-kampus dan LP yang sudah memiliki nama besar lewat iklan di media. Padahal belum tentu Kampus atau pun LP tersebut memiliki kualitas yang merata di setiap Jurusan ataupun program studinya. Banyak mahasiswa yang menyesal karena salah memilih kampus dan jurusan karena termakan iklan (brosur) yang ditawarkan.
Berikut ini adalah tips dari penulis buat para pencari kampus agar dapat menghindari penyesalan karena salah memilih kampus.

1. Tentukan bidang Ilmu yang akan di tekuni.
Menentukan bidang atau ilmu yang akan digeluti adalah langkah pertama dan terutama yang harus kita cari sebelum menentukan tempat menempuh pendidikan. Dalam menentuknya harus berdasarkan dengan kemauan dan kemampuan kita sendiri. Hindari memilih Jurusan hanya karean ikut-ikutan, atau ajakan teman
dan paksaan orang tua sebab hal ini akan berbuah penyesalan dikemudian hari kecuali kalau itu memang sesuai dengan keinginak dan kemampuan yang kita miliki.

2. Pilihlah Kampus atau LP yang terbaik.
Setelah menentukan Ilmu yang akan digeluti mulailah mencari dan menyeleksi kampus dan LP yang memiliki jurusan atau program studi yang akan kita digeluti. Umumya pendaftar sering terjebak dalam hal ini. Pendaftar terjebak karena nama besar kampus. Mendengar nama besar kampus Pendaftar menutup mata mereka akan keberadaan kampus lain, karena malas mencari informasi. Sebab tiap kampus atau LP memiliki akreditasi atau kualitas yang sama. Ada kampus yang unggul di Ilmu Komunikasi misalnya namun tidak unggu di bidang Ilmu teknik. Begitu seterusnya. Jadi janganlah malas mencari informasi profil kampus.